A. Ketentuan Umum
Mengingat pemakai laporan keuangan koperasi
adalah anggota koperasi, pengurus, pengawas serta stakeholder lain (pemerintah,
kreditur dan pihak lain yang berkepentingan) maka laporan keuangan harus
memenuhi ketentuan dalam penyajian kualitatif laporan keuangan, antara lain:
Karakteristik yang bersifat spesifik dari
laporan keuangan koperasi diantaranya adalah:
a)
Laporan keuangan merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus selama satu periode akuntansi, yang dapat dipakai
sebagai bahan untuk menilai hasil kerja pengelolaan koperasi
b)
Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari
sistem pelaporan koperasi yang ditujukan untuk pihak internal maupun eksternal
koperasi
c) Laporan keuangan koperasi harus berdayaguna bagi para anggotanya, sehingga
pihak anggota dapat menilai manfaat ekonomi yang diberikan koperasi dan berguna
juga untuk mengetahui:
a.
Prestasi unit kegiatan koperasi yang secara
khusus bertugas memberikan pelayanan kepada para anggotanya selama satu periode
akuntansi tertentu
b.
Prestasi unit kegiatan koperasi yang secara
khusus ditujukan untuk tujuan bisnis dengan non anggota selama satu periode
akuntansi tertentu
c.
Informasi penting lainnya yang mempengaruhi
keadaan keuangan koperasi jangka pendek dan jangka panjang.
Di Indonesia, prinsip koperasi telah
dicantumkan dalam UU No. 25 Tahun 1992 dan UU No. 12 Tahun 1967. Secara garis
besar, berikut ini adalah prinsip yang digunakan oleh semua koperasi yang ada
di Indonesia.
a)
Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
b)
Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
c)
Kemandirian.
d)
Pemberian balas jasa terbatas pada modal.
e)
Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara
adil sesuai dengan besarnya jasa usaha setiap anggota.
Dalam menjalankan koperasi, Anda juga harus
membuat laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan koperasi. Berikut
adalah beberapa laporan yang harus dibuat sebuah koperasi.
1. Neraca
(Balance Sheet)
Menurut Partomo, neraca adalah laporan
keuangan yang berupa ringkasan harta (aset), kewajiban (liabilities),
dan modal sendiri (equity) pada suatu periode tertentu. Neraca terdiri
dari tiga bagian utama yaitu:
a.
Aktiva
Aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua
bagian yaitu:
a)
Aktiva lancar yang terdiri dari uang kas dan
aktiva lainnya yang dapat dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual
atau dikonsumsikan dalam periode berikutnya (paling lama 1 tahun). Yang termasuk
aktiva lancar adalah kas, surat berharga yang mudah dijualbelikan, piutang
dagang, piutang wesel, persediaan barang, dan lain sebagainya.
b)
Aktiva tidak lancar yang
mempunyai masa penggunaan relatif panjang, tidak akan habis dipakai dalam suatu
siklus operasi perusahaan (1 tahun) dan tidak dapat segera dijadikan kas. Yang termasuk dalam aktiva tidak lancar adalah
investasi jangka panjang, aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, beban yang
ditangguhkan, dan aktiva lain-lain.
Utang
Utang
Semua kewajiban keuangan perusahaan kepada
pihak lain yang belum terpenuhi, di mana utang ini merupakan sumber dana atau
modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Utang dibedakan menjadi utang
jangka panjang dan utang jangka pendek (utang lancar
c. Modal
c. Modal
Hak atau bagian yang dimiliki pemilik
perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal (saham modal), surplus, dan laba
yang ditahan. Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan
terhadap seluruh utang-utangnya.
2. Laporan
Laba Rugi
Laporan keuangan yang menggambarkan secara
sistematis tentang pendapatan dan operasional, sisa hasil usaha yang diperoleh
suatu koperasi selama periode tertentu.
a. Pendapatan operasional.
b. Beban operasional.
c. Pendapatan atau beban
non-operasional.
d. Sisa Hasil Usaha.
Mengingat tidak adanya
kepemilikan tunggal dan adanya kolektivitas pendanaan yang ada dalam koperasi,
maka mau tidak mau masalah keuangan akan menjadi sangat sensitif dan
butuh penanganan yang sangat hati-hati, baik dalam pengelolaan maupun
pelaporannya.
B. Perlakuan Khusus Akuntansi Koperasi
Tujuan laporan keuangan koperasi adalah menyediakan informasi mengenai
posisi keuangan, kinerja dan informasi yang bermanfaat bagi pengelola, anggota
koperasi dan pengguna lainnya dalam pengambilan keputusan.
Penyajian informasi laporan keuangan koperasi
harus memperhatikan ketentuan SAK ETAP yang merupakan informasi kualitatif
antara lain:
1.
Dapat dipahami
Kualitas
penting informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalah kemudahan untuk
dipahami oleh pengguna;
2.
Relevan
Informasi keuangan harus relevan dengan kebutuhan pengguna untuk proses pengambilan keputusan dan membantu dalam melakukan evaluasi;
Informasi keuangan harus relevan dengan kebutuhan pengguna untuk proses pengambilan keputusan dan membantu dalam melakukan evaluasi;
3.
Materialitas
Informasi yang disampaikan dalam jumlah yang cukup material. Pos-pos yang jumlahnya material disajikan tersendiri dalam laporan keuangan. Sedangkan yang jumlahnya tidak material dapat digabungkan sepanjang memiliki sifat atau fungsi yang sejenis. Informasi dianggap material jika kelalaian untuk mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement) mempengaruhi keputusan yang diambil;
Informasi yang disampaikan dalam jumlah yang cukup material. Pos-pos yang jumlahnya material disajikan tersendiri dalam laporan keuangan. Sedangkan yang jumlahnya tidak material dapat digabungkan sepanjang memiliki sifat atau fungsi yang sejenis. Informasi dianggap material jika kelalaian untuk mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement) mempengaruhi keputusan yang diambil;
4.
Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari kesalahan material dan bias (jika dimaksudkan untuk mempengaruhi pembuatan suatu keputusan atau kebijakan untuk tujuan mencapai suatu hasil tertentu;
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari kesalahan material dan bias (jika dimaksudkan untuk mempengaruhi pembuatan suatu keputusan atau kebijakan untuk tujuan mencapai suatu hasil tertentu;
5.
Substansi mengungguli bentuk
Transaksi dan peristiwa dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi;
Transaksi dan peristiwa dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi;
6.
Pertimbangan Sehat
Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan pertimbangan yang diperlukan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau penghasilan tidak disajikan lebih tinggi dan kewajiban atau beban tidak disajikan lebih rendah.
Penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan pembentukan asset atau penghasilan lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih tinggi;
Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan pertimbangan yang diperlukan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau penghasilan tidak disajikan lebih tinggi dan kewajiban atau beban tidak disajikan lebih rendah.
Penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan pembentukan asset atau penghasilan lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih tinggi;
7.
Kelengkapan
Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan, karena itu tidak dapat diandalkan dan kurang mencukupi jika ditinjau dari segi relevansi;
Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan, karena itu tidak dapat diandalkan dan kurang mencukupi jika ditinjau dari segi relevansi;
8.
Dapat Dibandingkan
Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan koperasi antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pengguna juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar koperasi atau koperasi dengan badan usaha lain, untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif;
Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan koperasi antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pengguna juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar koperasi atau koperasi dengan badan usaha lain, untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif;
9.
Tepat Waktu
Informasi dalam laporan keuangan harus dapat mempengaruhi keputusan ekonomi para penggunanya. Tepat waktu meliputi penyediaan informasi laporan keuangan dalam jangka waktu pengambilan keputusan;
Informasi dalam laporan keuangan harus dapat mempengaruhi keputusan ekonomi para penggunanya. Tepat waktu meliputi penyediaan informasi laporan keuangan dalam jangka waktu pengambilan keputusan;
10. Keseimbangan
antara Biaya dan Manfaat
Evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial. Dalam evaluasi manfaat dan biaya, entitas harus memahami bahwa manfaat informasi mungkin juga manfaat yang dinikmati oleh pengguna eksternal.
Evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial. Dalam evaluasi manfaat dan biaya, entitas harus memahami bahwa manfaat informasi mungkin juga manfaat yang dinikmati oleh pengguna eksternal.
C.
Kesimpulan
Jadi laporan keuangan
koperasi merupakan bagian dari sistem pelaporan koperasi yang ditujukan untuk
pihak internal maupun eksternal koperasi. Laporan keuangan koperasi
harus berdayaguna bagi para anggotanya, sehingga pihak anggota dapat menilai
manfaat ekonomi yang diberikan koperasi. beberapa laporan yang harus
dibuat sebuah koperasi :
1. Neraca
(Balance Sheet)
2. Laporan laba dan rugi
Mengingat tidak adanya
kepemilikan tunggal dan adanya kolektivitas pendanaan yang ada dalam koperasi,
maka mau tidak mau masalah keuangan akan menjadi sangat sensitif dan
butuh penanganan yang sangat hati-hati, baik dalam pengelolaan maupun
pelaporannya.
Tujuan laporan keuangan
koperasi adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan
informasi yang bermanfaat bagi pengelola, anggota koperasi dan pengguna lainnya
dalam pengambilan keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar