Nama : Laily Rona Afiifa
Kelas : 1EB09
NPM : 26217912
BAB 1
PENDAHULUAN
Agribisnis atau agrobisnis
adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau
bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan
"hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa
agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain).
Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi
usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari
strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya,
penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.
Dalam konteks manajemen agribisnis di dalam dunia akademik, setiap elemen dalam
produksi dan distribusi pertanian dapat dijelaskan sebagai aktivitas
agribisnis. Namun istilah "agribisnis" di masyarakat umum seringkali
ditekankan pada ketergantungan berbagai sektor ini di dalam rantai produksi.
Istilah
"agribisnis" diserap dari bahasa Inggris: agribusiness, yang merupakan lakuran dari agriculture (pertanian)
dan business (bisnis). Dalam bahasa Indonesia dikenal
pula varian yang baku menurut KBBI, agrobisnis.
Objek agribisnis dapat
berupa tumbuhan, hewan, ataupun organisme lainnya.
Kegiatan budidaya merupakan inti (core) agribisnis, meskipun suatu
perusahaan agribisnis tidak harus melakukan sendiri kegiatan ini. Apabila
produk budidaya (hasil panen) dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini
disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif.
Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk memenuhi
keperluan sehari-hari.
Dalam perkembangan masa
kini agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja karena
pemanfaatan produk pertanian telah berkaitan erat dengan farmasi, teknologi bahan, dan penyediaan energi.
FAO memiliki bagian yang beroperasi penuh pada
pengembangan agribisnis yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan industri
pangan di negara berkembang.
indonesia sebagai negeri
agraris peluang usaha di bidang Agrobisnis ini
sebenarnya sangat menjanjikan, keuntungan yang besar dan rutin dari usaha tanam
menanam ini juga bisa relatif sangat mudah didapat asalkan dilakukan dalam
skala yang tidak terlalu kecil alias usaha skala menengah ke atas. Selain itu
usaha agrobisnis memang kelihatan mudah kan tetapi tetap dibutuhkan skill dan
pengetahuan yang luas supaya tidak gagal dalam menjalankan bisnis tersebut.
Usaha agrobisnis juga sangat fleksibel dan relatif lebih santai karena bisa
dikerjakan di perkarangan rumah. Oleh sebab itu banyak ibu rumah tangga yang
menjadikan bisnis ini menjadi tambahan penghasilan untuk membantu suami mereka
dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Disini saya akan menjelaskan salah satu usaha di bidang agrobisnis tentang
budidaya jamur tiram.
Rumusan masalah
1. Tekhnik budidaya jamur tiram ?
2. Proses pembuatan abon berbahan dasar jamur tiram ?
3. Proses pengepakan abon jamur tiram ?
4. Kelebihan dan kekurangan dalam berbisnis jamur tiram ?
Tujuan
Tujuan dibuatnya artikel
ini adalah untuk sharing tentang agrobisnis dan bagaimana cara budidaya jamur
yang baik. Dan berbagi pengetahuan bagaimana cara memulai bisnis dari bidang
agribisnis atau yang sering disebut dengan agrobisis.
BAB 2
ISI
1. Tekhnik Budidaya Jamur Tiram
Jamur merupakan salah satu
jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan untuk anda yang ingin mencoba bisnis yang simpel,
mudah dan gak mau repot. Selain itu budidaya jamur juga sangat mengutungkan
dengan omset yang menggiurkan. Jamur
dapat dibudidayakan oleh siapa saya selagi ada niat dan kemauan yang sunggu
sungguh serta tekad yang tidak mudah menyerah. Jamur sangat baik untuk
dikonsumsi manusia karena banyak sekali kandungan vitamin di dalamnya, jamur
juga sangat cocok bagi seorang vegetarian karena tektur dan rasanya yang mirip
seperti daging sehingga dapat menjadi lauk pengganti daging. Berikut tekhnik
budidaya jamur yang benar :
1.
Menyiapkan kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat
baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang
diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki
kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya
lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
·
Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan
baglog dari kotoran.
·
Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan
fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog
dimasukkan ke dalam kumbung.
·
Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang
sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut
putih.
2. Menyiapkan baglog , Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
3. Cara merawat baglogTerdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
4. Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
· Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
· Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
· Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.
5. Panen budidaya jamur tiram bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
2. Proses pembuatan abon berbahan dasar jamur tiram
Bahan bahannya :
·
Jamur 300
gr (dari 700 gr jamur tiram mentah)
·
Santan 300 ml
·
Laos 10 gr
·
Garam 4 gr
·
Gula
merah 40 gr
·
Bawang
merah 50 gr
·
Bawang
putih 20 gr
·
Tumbar 1 gr
·
Asam 3 gr
·
Daun
salam 2 gr
·
Cabe
bubuk 15 gr
Cara
Membuat :
Jamur tiram dicuci dan diberihkan bagian kotornya. Kukus selama 10
menit, angkat dan dinginkan. Peras jamur sampai agak mengering (700 gr jamur
mentah setelah dikukus dan peras menjadi 300 gr). Potong jamur bagian daun sendiri dan batang
dikumpulkan tersendiri. Potong potong kecil kedua bagian jamur tersebut. Bagian
batang setelah dipotong memanjang mirip serat daging harus dipipihkan dengan menggunakan
pemipih (bisa uleg uleg) sehingga batang jamur benar benar tipis dan tidak
tebal. Batang yang tebal membuat abon tidak kering sehingga liat dan lembab.
Haluskan bumbu laos, bawang merah, bawang putih, gula merah, tumbar
dan asam. Tumis sampai harum, masukkan daun salam dan jamur. Aduk dan tambahkan
santan. Aduk sampai tercampur rata, kecilkan api. Aduk terus sehingga tidak
gosong sampai adonan mengering. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat
adonan menjadi kering. Sesuaikan dengan panas api sehingga tidak kebesaran. Api
yang besar membuat adonan mudah gelap.
Ketika abon sudah mengering segera angkat, dingin dan tiriskan.
Jika belum memiliki mesin peniris untuk menghilangkan minyak, abon harus
diperas sampai minyak hilang bisa menggunakan kain atau tissue. Campurkan
dengan cabe bubuk sehingga abon terasa manis dan pedas. Abon boleh dikemas
setelah minyak hilang dan dingin. Kandungan minyak dalam abon membuat abon jadi
mudah tengik dan berjamur, sehingga tidak tahan lama.
anda bisa berkreasi dengan menambahkan aneka
rasa karena abon dari bahan jamur cenderung bersifat netral: Bisa ditambahkan
bubuk kaldu ayam menjadi abon jamur ayam, biji wijen, bawang putih goreng atau
bawang merah goreng atau aneka bumbu tabur lainnya.
Rendeman jamur setelah masak dan peras 42% dari jamur segar = harga
1 kg jamur mentah : 42% = harga per kg setelah diperas.
3. Proses pengepakan abon jamur tiram
Agar Abon yang dijual tetap awet
pengemasan menjadi sangat penting sekali. Jika tidak dikemas dengan baik dan
benar, kemungkinan abon tercemar bahan berbahaya serta cepat rusak sehingga
memperpendak umur simpan menjadi ancaman tersendiri. Agar awet abon harus
dikemas dengan menggunakan alternative misal :
·
Menggunakan plastik PET
yang tebal, bisa berupa lembaran plastik yang banyak dijual di beberapa toko
plastik besar (misal di Surabaya) dengan ketebalan tertentu. Bisa berupa toples
atau kantong lembaran biasa. Gunakan yang memiliki ketebalan diatas 0.6 mm
misalnya sehingga tidak mudah tertenmbus oleh udara.
·
Menggunakan plastik PE,
lebih elastic dan rapat, jika untuk bungkus dalam tidak perlu menggunakan yang
jenis tebal.
·
Menggunakan plastik vacuum
(nilon) yang relative lebih elastis. Jika digunakan dengan mesin vacuum hasil
kemasan lebih bagus dan tahan lama karena tidak ada kandungan udara di
dalamnya.
·
Menggunakan composite can
dari bahan karton dan aluminium foil yang digabungkan. Kemasan ini lebih mahal
dibanding yang lainnya.
·
Aluminium foil juga sangat
cocok untuk mengemas abon karena lebih tahan terhadap perubahan suhu di luar.
4. Kelebihan dan kekurangan dalam berbisnis jamur tiram
Kekurangan :
1.
Memiliki keidentikan diserang
hama lalat khusus jamur atau biasa disebut sciarid Bradysia ocellaris Comstock
(lalat jamur) yang hanya tertarik menyerang tanaman jamur,
2.
Daya tahan untuk penyimpanan
pasca panen dipastikan tidak dapat bertahan lama maksimal 2 hari, terkecuali
disimpan dilemari pendingin bisa bertahan 4 s/d 5 hari,
3.
Kendala sulitnya pengiriman jarak jauh dikarenakan texture tudung jamur
tiram mudah sekali hancur, sehingga butuh metode khusus jika menghendaki
pengirimn yang berjarak jauh tidak seperti tanaman lain pada umumnya.
4.
Masalah pengelolaan
administrasi keuangan dalam usaha jamur tiram kerap menjadi kendala bagi petani
pemula
Kelebihan
:
1.
Jamur tiram sangat mudah di budidayakan, karena proses perlakuan dalam budidaya jamur tiram sangat
berbeda dengan cara perlakuan pada budidaya tanaman lainya,
2.
Tidak memerlukan tempat atau
lahan pertanian yang luas, jadi budidaya jamur bisa dilakukan di lahan yang
sempit sekalipun,
3.
Tidak memerlukan alat-alat bertani pada umumnya
yaitu, cangkul,garfu tanah dan lainnya.
4.
Sangat toleran terhadap perubahan cuaca dan
musim,
5.
Budidaya jamur lebih produktif dibanding
tanaman pertanian lainnya, tidak mengenal waktu dan musim untuk dapat tumbuh
dan dipanen
6.
Jamur tiram juga dapat hidup dan tumbuh di
berbagai media tanam, jadi banyak alternatif bahan media yang dapat dipilih dan
salahsatu andalan sebagai bahan baku media tanam jamur tiram adalah serbuk
gergaji dan dedak yang sangat melimpah dinegara kita tercinta ini.
BAB 3
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas adalah kita dapat
memanfaatkan kekayaan alam yang ada di indonesia dengan sebaik baiknya. Dengan tidak
hanya mencari lowongan kerja lebih baik kita membuat lapangan kerja bagi orang
lain dengan contohnya membuka peluang usaha dari bidang agrobisnis seperti
contohnya budidaya jamur tiram. Dengan
kelebihan-kelebihan budidaya jamur tiram diatas terutama dalam hal perlakuan
budidaya, maka dapat disimpulkan bahwa budidaya jamur tiram sangat tidak
menyita waktu sehingga budidaya jamur tiram dapat dijalankan sebagai usaha sampingan
bagi mereka yang memiliki. rutinitas kesibukan, dengan demikian maka usaha
budidaya jamur dapat dijadikan salahsatu pilihan bagi mereka yang ingin
menjalankan usaha sampingan baik karyawan, mahasiswa dan lainnya yang memiliki
rutinitas kesibukan.
Selain mudah
untuk dibudiayakan juga dapat menjadi bisnis yang sangat menguntungkan dan berpotensi
bagi kedepnnya asalkan kita punya niat dan kemauan yang tinggi dan tidak takut
akan kegagalan semua akan dapat berjalan dengan baik kedepannya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Agribisnis
http://nyeduhkopi.blogspot.co.id/2016/02/peluang-usaha-pertanian-modal-kecil-menguntungkan.html
http://www.yuyunanwar.com/2012/06/bisnis-abon-jamur-dalam-kemasan-olahan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar